Blogger news

Welcome to my blog.. Thanks for visited ^,^

Popular Posts

29 June 2015

Rencana Test Penerimaan Terhadap SIstem (Post Test)

Apa saja yang perlu dicek pada kegiatan 'Rencana Penerimaan'? Sebut dan jelaskan.

Jawaban :

Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu dicek pada kegiatan Rencana Penerimaan.
  • Hasilkan Fungsi vs. Tabel Percobaan dan semua FS yang dijanjikan telah dialamatkan. Hasil dari Rungsi vs. Tabel Percobaan ini digunakan sebagai bukti bahwa seluruh fungsi yang ada pada sistem dari halaman demi halaman dan paragraf demi paragraf telah dites dan diuji coba.
  • Definiskan percobaan dan kumpulan percobaan. Mendefinisikan setiap percobaan-percobaan yang akan atau telah dilakukan pada sistem.
  • Tetapkan tanggung jawab untuk menulis percobaan. Setiap anggota Tim harus menetapkan tanggung jawab untuk menulis percobaan terhadap fungsi sistem agar dapat mengetahui tingkat kesempurnaan dari sistem yang dibuat.
  • Klien dan Tim proyek mengetahui bahwa ATP akan ditinjau kembali, direvisi jika perlu, dan ditandatangani oleh user. Klien mengetahui bahwa keberhasilan penyelesaian dari percobaan yang dilakukan oleh tim proyek terhadap sistem akan mempengaruhi penerimaan sistem.
  • Tanggung jawab untuk percobaan data telah ditetapkan. Data untuk percobaan seharusnya disediakan oleh tim proyek dan juga user. Jika user dapat menyediakan data yang sesuai dengan keadaan yang sebenarnya, percobaan terhadap sistem akan berjalan dengan baik, ditambah user akan merasa nyaman dengan keakuratan percobaannya. 

Untuk mendownload file klik V-class M-11

28 June 2015

Rencana Test Penerimaan Terhadap Sistem (Pretest)

Menurut Anda seberapa penting dilakukan tes penerimaan terhadap sistem yang dibuat? Jelaskan jawaban Anda.

Jawaban :

Sangat penting. Karena dengan dilakukannya tes penerimaan terhadap sistem yang telah dibuat dapat diketahui tingkat kesempurnaan dari sistem tersebut dan juga user dapat mengetahui seluruh fungsi pada sistem yang telah dijanjikan oleh tim proyek. Dengan tes penerimaan terhadap sistem, tim proyek juga dapat mengetahui apakah sistem yang telah dibuat sudah sesuai dengan keinginan user atau belum. Selain itu tes penerimaan terhadap sistem ini bertujuan agar tim proyek mendapatkan pernyataan tertulis dari user bahwa sistem yang dikirim sudah sesuai dengan yang dijanjikan.



Untuk mendownload file klik V-class M-11

20 April 2015

Kode Etik Penggunaan Fasilitas Internet di Kantor

            Internet (Interconection Networking) merupakan suatu jaringan yang menghubungkan komputer diseluruh dunia tanpa dibatasi oleh jumlah unit menjadi satu jaringan yang bisa saling mengakses. Dengan internet tersebut, satu computer dapat berkomunikasi secara langsung dengan komputer lain diberbagai belahan dunia.
Etika dalam menggunakan Internet sangat penting sekali bagi semua pengguna internet, etika yang dimaksudkan disini adalah dalam forum-forum yang bersifat umum dimana banyak orang/pihak tidak dikenal yang terlibat. Jika hanya berinteraski dengan teman sendiri yang sudah akrab, mungkin ini tidak jadi masalah mengingat si temanpun pasti sudah hafal karakter masing-masing, tetapi tentu saja tetap harus ada batas-batas yang tidak boleh dilampaui.
Adapun kode etik yang diharapkan bagi para pengguna internet adalah :
1.      Menghindari dan tidak mempublikasikan informasi yang secara langsung berkait dengan masalah pornografi dan nudisme dalam segala bentuknya.
2.      Menghindari dan tidak mempublikasikan informasi yang memiliki tendensi menyinggung secara langsung dan negatif masalah suku, agama, dan ras (SARA), termasuk di dalamnya usaha penghinaan, pelecehan, pendiskreditas, penyiksaan serta segala bentuk pelanggaran hak atas perseorangan, kelompok/lembaga/institusi lain.
3.      Menghindari dan tidak mempublikasikan informasi yang berisi instruksi untuk melakukan perbuatan melawan hukum (ilegal) positif di Indonesia dan ketentuan internasional umumnya.
4.      Tidak menampilkan segala bentuk eksploitasi terhadap anak-anak di bawah umur.
5.      Tidak mempergunakan, mempublikasikan dan atau saling bertukar materi dan informasi yang memiliki korelasi terhadapa kegiatan piranting, hacking, cracking.
6.      Bila mempergunakan script, program, tulisan, gambar/foto, animasi, suara atau bentuk materi dan informasi lainnya yang bukan hasil karya sendiri harus mencantumkan indentitas sumber dan pemilik hak cipta bila ada dan bersedia melakukan pencabutan bila ada yang mengajukan keberatan serta bertanggung jawab atas segala konsekuensi yang mungkin timbul karenanya.
7.      Tidak berusaha atau melakukan serangan teknis terhadap produk, sumber daya (resource) dan peralatan yang dimiliki pihak lain di dalam lingkungan maupun penyedia layanan yang terkait, sanksi langsung terhadap pelanggaran ini adalah pencabutan keanggotaan dan dimasukkan ke dalam daftar black list. Serangan yang dimaksud di dalamnya antaralain adalah junk mail, chain mail, flooding, spam, bombing (mail) maupun piranting, hacking, cracking, dan usaha maupun tindakan gangguan dan perusakan ilegal sejenis.
8.      Menghormati etika dan segala macam peraturan yang berlaku dimasyarakat Internet umumnya dan bertanggung jawab sepenuhnya terhadap segala muatan/ isi situsnya.
9.      Tidak memperjualbelikan hak keanggotaan, fasilitas maupun space yang diperoleh dari sebuah situs.
Kode etik penggunaan fasilitas internet di kantor hampir sama dengan kode etik pengguna internet pada umumnya, hanya saja lebih dititik beratkan pada hal-hal atau aktivitas yang berkaitan dengan masalah perkantoran di suatu perusahaan, organisasi atau instansi. Contohnya adalah sebagai berikut. 
·         Menghindari penggunaaan fasilitas internet diluar keperluan perusahaan/kantor  untuk kepentingan sendiri.
·         Tidak menggunakan internet untuk mempublikasi atau bertukar informasi internal kantor kepada pihak luar secara ilegal. 
·         Tidak melakukan kegiatan pirating, hacking atau cracking terhadap fasilitas internet perusahaan/kantor. 
·         Mematuhi peraturan yang ditetapkan oleh perusahaan/kantor dalam penggunaan fasilitas internet.

Prinsip Integrity, Confidentiality dan Privacy dalam penggunaan Teknologi Informasi (IT) 
1.      Integrity
Integrity merupakan aspek yang menjamin bahwa data tidak boleh berubah tanpa ijin pihak yang berwenang (authorized). Bisa juga disebut menjaga keutuhan sesuatu yang sudah ditetapkan sebelumnya. Secara teknis ada beberapa cara untuk menjamin aspek integrity ini, seperi misalnya dengan menggunakan message authentication code, hash function dan digital signature. Contohnya adalah, seorang karyawan departemen IT pada suatu perusahaan dilarang untuk merubah data-data kantor pada sistem yang ada pada suatu perusahaan tempat ia bekerja.

2.      Confidentiality
Confidentiality merupakan aspek yang menjamin kerahasiaan data atau informasi. Kerahasiaan ini dapat di implementasikan dengan berbagai cara, misalnya menggunakan teknologi kriptografi dengan melakukan proses enkripsi (penyandian) pada transmisi data, pengolahan data (aplikasi dan database), dan penyimpanan data (storage). Akses terhadap informasi juga harus dilakukan dengan melalui mekanisme otorisasi (authorization) yang ketat. Contoh untuk confidentiality pada suatu perusahaan adalah dengan pemberian hak akses kepada masing-masing karyawan yang dapat menggunakan website sistem perusahaan.
3.      Privacy
Pada dasarnya, privacy ini sama dengan confidentiality. Namun confidentiality biasanya berhubungan dengan data-data perusahaan atau organisasi, sedangkan privacy lebih ke arah data-data yang bersifat pribadi. Contohnya adalah dengan pemberian password pada sistem, jadi hanya orang-orang tertentu yang dapat mengakses dan mengetahui isi dari informasi yang ada pada sistem tersebut.

Sumber :


Untuk mendownload filenya, klik Kode Etik Penggunaan FasilitasInternet di Kantor

Sertifikasi Keahlian Bidang IT

            Sertifikasi Profesional atau biasa disebut Sertifikasi adalah suatu penetapan yang diberikan oleh suatu organisasi profesional terhadap seseorang untuk menunjukkan bahwa orang tersebut mampu untuk melakukan suatu pekerjaan atau tugas spesifik.
            Teknologi Informasi (IT) merupakan teknologi yang selalu berkembang baik secara revolusioner maupun yang lebih bersifat evolusioner. Orang-orang yang berkerja di bidang TI diharuskan mengembangkan ilmu yang dimilikinya sesuai dengan perkembangan teknologi yang ada dan bahkan selalu berubah-ubah. Seseorang yang bekerja di bidang IT, memerlukan juga bukti tertulis yang diakui oleh suatu organisasi profesional yaitu berupa sertifikasi keahlian di bidang IT. Sertifikasi Internasional IT bertaraf internasional menunjukkan para Professional Teknologi Informasi memiliki pengetahuan dan kompetensi yang dapat dibuktikan.
Beberapa manfaat sertifikasi antara lain sebagai berikut :
·         Ikut berperan menciptakan lingkungan kerja yang lebih professional
·         Pengakuan resmi pemerintah
·         Pengakuan dari organisasi sejenis
·         Membuka akses lapangan kerja secara nasional dan international
·         Memperoleh peningkatan karier dan pendapatan
Tujuan dari sertifikasi IT antara lain sebagai berikut :
1.      Membentuk tenaga praktisi IT yang berkualitas tinggi
2.      Membentuk standar kerja IT yang tinggi
3.      Pengembangan profesional yang berkesinambungan
3 model sertifikasi profesional, yaitu :
1.      Dikembangkan oleh Profesional Society.
Sebagai contohnya adalah British Computer Society (BCS), Australian Computer Soicety (ACS), South East Asian Regional Computer Confederation (SEARCC) dan lain sebagainya.


2.      Dikeluarkan oleh Komunitas suatu profesi
Sebagai contoh adalah Linux Profesional, SAGE (System Administration Guild), CISA(IS Auditing) dan lain sebagainya.
3.      Dikeluarkan oleh vendor
Sebagai contoh MCSE (by Microsoft), CCNA (Cisco), CNE (Netware), RHCE (Red Hat) dan lain sebagainya. Biasanya skill yang dibutuhkan untuk memperoleh sertifikat ini sangat spesifik dan sangat berorientasi pada suatu produk dari vendor tersebut.
Sertifikasi bidang IT Nasional :
            Sertifikasi ini dikelurkan dan diakui secara nasional. Terdapat dua jenis Sertifikat yang diterbitkan oleh LSP Telematika, yaitu Certificate of Competence dan Certificate of Attainment.
·         Certificate of Competence
Sertifikasi ini berdasarkan level kualifikasi dan jenjang jabatan sesuai dengan yang ditetapkan
oleh Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI). Certificate of Competence (Sertifikat
Kompetensi) merupakan bukti pengakuan atas kompetensi seseorang setelah melakukan uji
kompetensi dari suatu bidang keahlian kerja.
                                                Gambar 1. Contoh Certificate of Competence  
·         Certificate of Attainment
Sertifkasi ini atas unit kompetensi yang jenjang jabatannya berdasarkan kebutuhan pasar.
Gambar 2. Contoh Certificate of Attainment
            Kedua jenis sertifikat tersebut yaitu Certificate of Competence dan Certificate of Attainment disusun berdasarkan SKKNI.

Sertifikasi bidang IT Internasional :
Sertifikasi ini dikeluarkan dan diakui secara internasional. Untuk kategori Database, saya mengambil dua contoh yakni Database Microsoft SQL Server dan Database Oracle. Untuk Database Microsoft SQL Server, sertifikasi didapatkan dari Microsoft berupa Microsoft Certified DBA. Sementara untuk Database Oracle, sertifikasi didapatkan dari Oracle antara lain sebagai berikut.
·         Oracle Certified DBA (Oracle Certified DBA Associate, Oracle Certified DBA Professional dan Oracle Certified DBA Master)

 
Gambar 3. Contoh Oracle Certified DBA
·         Oracle Certified Developer (Oracle9i PL/SQL Developer Certified Associate, Oracle9iForms Developer Certified Professional dan Oracle9iAS Web Administrator)
Gambar 4. Contoh Oracle Certified Developer




Referensi :


Untuk mendownload filenya, klik Sertifikasi Keahlian Bidang IT