Uang adalah alat tukar atau pembayaran yang sah dan resmi dalam proses pembelian atau pertukaran barang maupun jasa. Sebelum adanya uang, masyarakat pada zaman dulu menggunakan sistem barter atau saling tukar menukar barang. Dahulu orang-orang menggunakan system barter atau saling bertukar terhadap barang dibutuhkan satu sama lain, akan tetapi hal tersebut semakin lama diniliai kurang efektif. Dengan adanya uang, proses pembelian menjadi lebih efektif dan mudah di lakukan. Uang sendiri terbagi menjadi dua, yakni uang logam dan uang kertas.
Nilai jual uang sangat berbeda dari zaman ke zaman padahal nominalnya sama. Hal itu dikarenakan pengaruh dari inflasi dan peningkatan perekonomian Indonesia, peningkatan kebutuhan masyarakat, daya beli yang tinggi, keterbatasan bahan baku dan lain-lain yang membuat nilai jual uang tersebut semakin berkurang. Kemudian terjadilah perbedaan nilai jual dari mata uang itu sendiri.
Uang palsu saat ini sangat marak dibicarakan karena banyak beredar di masyarakat. Padahal pemerintah sudah membuat iklan dengan slogan 3D yaitu dilihat, diraba dan diterawang. Akan tetapi para penjahat di negara kita juga semakin hebat, dengan menggunakan mesin canggih yang mereka punya entah darimana, mereka bisa mencetak uang palsu lebih banyak. Terlebih lagi dengan adanya kertas khusus yang digunakan untuk mencetak uang resmi dari BI yang mungkin barang tersebut didapatkan dari "orang dalam". Oleh karena itu, sangat diperlukan pengawasan yang lebih untuk peredaran uang palsu.
Popular Posts
-
Happy Graduation Day!! Yeaaay, setelah 4 tahun berjuang dan menghasilkan Penulisan Ilmiah dan Skripsi, akhirnya secara resmi dinyatak...
-
Jelaskan tugas masing-masing anggota tim proyek. Jawaban : Berikut ini adalah tugas masing-masing anggota tim proyek. 1. M...
-
Apa saja yang perlu diperhatikan pada saat memilih anggota tim proyek? Jelaskan. Jawaban : ...
-
Undang-Undang/Perundang-undangan ( UU ) adalah Peraturan Perundang-undangan yang dibentuk oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dengan pers...
-
Apa saja yang perlu dicek pada kegiatan 'Rencana Penerimaan'? Sebut dan jelaskan. Jawaban : Berikut ini adala...
-
Menurut Anda seberapa penting dilakukan tes penerimaan terhadap sistem yang dibuat? Jelaskan jawaban Anda. Jawaban : Sangat penting. Kar...
-
Sertifikasi Profesional atau biasa disebut Sertifikasi adalah suatu penetapan yang diberikan oleh suatu organisasi profesiona...
-
Teknik Estimasi dibagi menjadi tiga yaitu Keputusan Profesional, Sejarah dan Rumus-rumus. Akan dijelaskan sebagai berikut. 1. Ke...
-
Penilaian baik dan buruk merupakan suatu tolak ukur bagaimana seseorang menilai suatu hal yang patut untuk dilakukan dan yang tidak...
-
Estimasi adalah proses meramalkan atau memperkirakan waktu dan biaya untuk menyelesaikan berbagai deliverabel proyek. Estimasi pada pr...
Showing posts with label Teori Org. Umum. Show all posts
Showing posts with label Teori Org. Umum. Show all posts
02 May 2013
Analisis Pendapatan Nasional untuk Perekonomian Tertutup Sederhana dan Pertumbuhan Ekonomi
Pemerintahan sangat diperlukan dalam pengelolaan suatu Negara. Didalam suatu Negara, pastinya Negara tersebut memiliki pendapatan Nasional. Pendapatan Nasional tersebut lah yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan rakyat.
Pendapatan Nasional dibagi menjadi 3, yakni :
Pendapatan perkapita individu itu juga termasuk dalam pendapatan nasional, tapi ada juga yang tidak bisa dikatakan sebagai pendapatan nasional. Contohnya adalah jika saya telah membeli barang dari seseorang dan telah menjual kembali kepada orang lain, maka hasil yang saya dapat dari penjualan barang tersebut tidak bisa dikatakan sebagai pendapatan nasional.
Inflasi adalah suatu proses beredarnya jumlah uang yang melebihi batas yang ada di masyarakat. Sehingga terjadilah gejala-gejala peningkatan harga secara terus menerus. Inflasi juga dikatakan sebagai proses menurunnya nilai mata uang secara berkelanjutan. Tingkatan dari inflasi itu sendiri akan menjadi salah satu ukuran untuk mengukur baik atau buruknya masalah ekonomi yang di hadapi oleh suatu Negara
Terdapat 4 jenis inflasi, yakni :
Cara untuk mengatasi inflasi adalah sebagai berikut :
Pendapatan Nasional dibagi menjadi 3, yakni :
- Nilai seluruh produk yang di produksi dalam suatu Negara selama satu periode tertentu.
- Jumlah pendapatan yang diterima oleh seluruh faktor produksi dalam suatu Negara selama satu periode tertentu.
- Jumlah pengeluaran untuk membeli barang dan jasa yang di produksi dalam suatu Negara selama satu periode tertentu.
Pendapatan perkapita individu itu juga termasuk dalam pendapatan nasional, tapi ada juga yang tidak bisa dikatakan sebagai pendapatan nasional. Contohnya adalah jika saya telah membeli barang dari seseorang dan telah menjual kembali kepada orang lain, maka hasil yang saya dapat dari penjualan barang tersebut tidak bisa dikatakan sebagai pendapatan nasional.
Inflasi adalah suatu proses beredarnya jumlah uang yang melebihi batas yang ada di masyarakat. Sehingga terjadilah gejala-gejala peningkatan harga secara terus menerus. Inflasi juga dikatakan sebagai proses menurunnya nilai mata uang secara berkelanjutan. Tingkatan dari inflasi itu sendiri akan menjadi salah satu ukuran untuk mengukur baik atau buruknya masalah ekonomi yang di hadapi oleh suatu Negara
Terdapat 4 jenis inflasi, yakni :
- Inflasi Ringan
- Inflasi Sedang
- Inflasi Berat
- Hiperinflasi
Cara untuk mengatasi inflasi adalah sebagai berikut :
- Kebijakan Moneter
- Kebijakan Fiskal
- Kebijakan Non Moneter
di
6:24 pm
Label:
Article,
Kuliah,
Teori Org. Umum
22 April 2013
Struktur Pasar
Pasar adalah proses interaksi atau tempat bertemunya antara pembeli -sebagai permintaan- dan penjual -sebagai penawaran- dari suatu barang ataupun jasa tertentu. Struktur pasar adalah penggolongan pasar berdasarkan strukturnya kepada beberapa bentuk pasar, berdasarkan pada ciri-cirinya. Seperti jenis produk yang dihasilkan, banyaknya perusahaan dalam industri, mudah tidaknya keluar atau masuk ke dalam industri. Struktur pasar dibagi kedalam dua jenis, yakni pasar persaingan sempurna dan pasar persaingan tidak sempurna.
Pasar persaingan sempurna adalah persaingan yg terjadi dimana jumlah penjual dan pembeli yang banyak pada produk yang bersifat homogen atau produk yang sama.
Pasar persaingan tidak sempurna biasanya dibagi beberapa jenis, yakni :
Kelompok 4 ini juga menjelaskan dengan contoh kasusnya pada PT PLN. PT PLN termasuk ke dalam pasar monopoli, dimana BUMN adalah satu-satunya produsen. Jika PT PLN dipegang oleh perusahaan Swasta, maka biaya yang perlu di keluarkan oleh masyarakat akan lebih besar, karena perusahaan tersebut pastinya juga mengejar keuntungan.
Pasar persaingan sempurna adalah persaingan yg terjadi dimana jumlah penjual dan pembeli yang banyak pada produk yang bersifat homogen atau produk yang sama.
Pasar persaingan tidak sempurna biasanya dibagi beberapa jenis, yakni :
- Pasar Monopoli
- Pasar Oligopoly
- Pasar Monopolistic
- Pasar Oligopsoni
- Pasar Duopoly
Kelompok 4 ini juga menjelaskan dengan contoh kasusnya pada PT PLN. PT PLN termasuk ke dalam pasar monopoli, dimana BUMN adalah satu-satunya produsen. Jika PT PLN dipegang oleh perusahaan Swasta, maka biaya yang perlu di keluarkan oleh masyarakat akan lebih besar, karena perusahaan tersebut pastinya juga mengejar keuntungan.
di
12:49 pm
Label:
Article,
Kuliah,
Teori Org. Umum
Perilaku Produsen
Perilaku produsen adalah kegiatan pengaturan dalam produksi untuk pembuatan suatu produk dengan bahan material yang berkualitas baik agar mendapatkan hasil yang bermutu agar dapat di terima oleh masyarakat sebagai konsumen. Terdapat faktor-faktor mampu dapat mempengaruhi keberhasilan dari perilaku produsen, yakni perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian.
Untuk membuat suatu barang, tentunya para produsen haruslah memilih bahan material yang bermutu. Para produsen juga harus memperhatikan SDM sebagai pekerja. Akan lebih baik jika SDM tersebut diberikan pelatihan kerja, agar mengurangi kesalahan dalam hal produktifitasnya sehingga tidak menyebabkan kerugian. Dan yang terakhir, dilakukan pengecekan pada barang-barang yang telah di produksi, apakah sudah layak untuk kemudian di pasarkan kepada para konsumen.
Akan tetapi, di zaman sekarang banyak pula para produsen yang tidak memperhatikan hal-hal yang telah saya bahas. Entah itu produsen besar ataupun kecil. Nah, ibu Ira pun juga menjelaskan tentang kecurangan produsen. Oleh dikarenakan dalam suatu perdagangan pastinya para produsen menginginkan keuntungan yang sebesar-besarnya dengan modal yang sekecil-kecilnya. Akan tetapi jika ada yang melakukan kecurangan, pastinya juga ada para produsen yang jujur dengan cara memproduksikan barang yang akan di jual kepada para konsumen.
Untuk membuat suatu barang, tentunya para produsen haruslah memilih bahan material yang bermutu. Para produsen juga harus memperhatikan SDM sebagai pekerja. Akan lebih baik jika SDM tersebut diberikan pelatihan kerja, agar mengurangi kesalahan dalam hal produktifitasnya sehingga tidak menyebabkan kerugian. Dan yang terakhir, dilakukan pengecekan pada barang-barang yang telah di produksi, apakah sudah layak untuk kemudian di pasarkan kepada para konsumen.
Akan tetapi, di zaman sekarang banyak pula para produsen yang tidak memperhatikan hal-hal yang telah saya bahas. Entah itu produsen besar ataupun kecil. Nah, ibu Ira pun juga menjelaskan tentang kecurangan produsen. Oleh dikarenakan dalam suatu perdagangan pastinya para produsen menginginkan keuntungan yang sebesar-besarnya dengan modal yang sekecil-kecilnya. Akan tetapi jika ada yang melakukan kecurangan, pastinya juga ada para produsen yang jujur dengan cara memproduksikan barang yang akan di jual kepada para konsumen.
di
12:22 pm
Label:
Article,
Kuliah,
Teori Org. Umum
Perilaku Konsumen
Teori perilaku konsumen adalah teori yang menjelaskan proses ataupun aktifitas ketika seseorang mencari, memilih, membeli dan menggunakan suatu produk atau pun jasa untuk memenuhi kebutuhan maupun keinginannya. Konsumen sendiri merupakan seseorang yang menggunakan barang atau jasa. Konsumen disebut juga sebagai pembeli.
Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen sendiri terbagi menjadi 4 jenis, yakni faktor budaya, faktor sosial, faktor pribadi dan faktor psikologi.
Perilaku konsumen sangat berpengaruh terhadap penjualan barang ataupun jasa. Karena pada umumnya, konsumen selalu memberikan tanggapan kepada konsumen lainnya, entah itu tanggapan yang positif ataupun negatif. Sehingga hal tersebut mempengaruhi konsumen lainnya untuk membeli suatu barang ataupun jasa.
Dari presentasi kelompok 2 dijelaskan bahwa dari sekian faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen, faktor budaya merupakan faktor terbesar yang ada. Karena faktor budaya merupakan suatu hal yang global yang pastinya sangat diperhatikan oleh seluruh lapisan masyarakat, khususnya masyarakat Indonesia tentunya.
Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen sendiri terbagi menjadi 4 jenis, yakni faktor budaya, faktor sosial, faktor pribadi dan faktor psikologi.
Perilaku konsumen sangat berpengaruh terhadap penjualan barang ataupun jasa. Karena pada umumnya, konsumen selalu memberikan tanggapan kepada konsumen lainnya, entah itu tanggapan yang positif ataupun negatif. Sehingga hal tersebut mempengaruhi konsumen lainnya untuk membeli suatu barang ataupun jasa.
Dari presentasi kelompok 2 dijelaskan bahwa dari sekian faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen, faktor budaya merupakan faktor terbesar yang ada. Karena faktor budaya merupakan suatu hal yang global yang pastinya sangat diperhatikan oleh seluruh lapisan masyarakat, khususnya masyarakat Indonesia tentunya.
di
11:30 am
Label:
Article,
Kuliah,
Teori Org. Umum
Penetuan Harga Permintaan dan Penawaran
Huku permintaan dan penawaran berbanding terbalik. Hukum permintaan menyatakan apabila harga naik maka jumlah barang yang diminta akan mengalami penurunan, dan apabila harga turun maka jumlah barang yang diminta akan mengalami kenaikan. Sementara pada hukum penawaran bila tingkat harga mengalami kenaikan maka jumlah barang yang ditawarkan akan naik, dan bila tingkat harga turun maka jumlah barang yang ditawarkan turun.
Sesuai dengan pertanyaan yang telah ditanyakan kepada kelompok saya, dapat kita ketahui bahwa saat suatu barang yang telah di pasarkan mengalami kerusakan sistem, produsen menarik kembali barang tersebut. Penarikan ini bukan disertai dengan pengembalian uang kepada para konsumen, akan tetapi produsen melakukan service secara cua-cuma kepada produk tersebut. Nah hal itu itu biasanya disebut garansi. Oleh karena itu ada baiknya setiap produsen dalam melakukan pemasaran haruslah memberi garansi kepada konsumen agar permintaan dari konsumen tidak berkurang.
Lalu bagaimana cara agar para konsumen tetap memilih buah lokal daripada buah impor yang lebih murah harganya? Seperti yang telah dijelaskan olehh ibu Ira, seharusnya pemerintah mengambil tindakan dalam hal tersebut. Bagaimana seharusnya pemerintah memberikan kemudahan oleh para petani untuk hal penanaman dan berbagai hal yang dibutuhkan oleh petani tersebut. Sehingga semakin banyak petani yang memilih untuk menanam buah tersebut, yang akan membuat harga buah lokal tidak terlalu mahal. Dalam hal tersebut, bukan hanya menguntungkan konsumen, tetapi juga para petani sebagai produsen.
Sesuai dengan pertanyaan yang telah ditanyakan kepada kelompok saya, dapat kita ketahui bahwa saat suatu barang yang telah di pasarkan mengalami kerusakan sistem, produsen menarik kembali barang tersebut. Penarikan ini bukan disertai dengan pengembalian uang kepada para konsumen, akan tetapi produsen melakukan service secara cua-cuma kepada produk tersebut. Nah hal itu itu biasanya disebut garansi. Oleh karena itu ada baiknya setiap produsen dalam melakukan pemasaran haruslah memberi garansi kepada konsumen agar permintaan dari konsumen tidak berkurang.
Lalu bagaimana cara agar para konsumen tetap memilih buah lokal daripada buah impor yang lebih murah harganya? Seperti yang telah dijelaskan olehh ibu Ira, seharusnya pemerintah mengambil tindakan dalam hal tersebut. Bagaimana seharusnya pemerintah memberikan kemudahan oleh para petani untuk hal penanaman dan berbagai hal yang dibutuhkan oleh petani tersebut. Sehingga semakin banyak petani yang memilih untuk menanam buah tersebut, yang akan membuat harga buah lokal tidak terlalu mahal. Dalam hal tersebut, bukan hanya menguntungkan konsumen, tetapi juga para petani sebagai produsen.
di
9:48 am
Label:
Article,
Kuliah,
Teori Org. Umum
19 April 2013
Softskill
Selamat malaaaam.. Baru ada pulsa modem nih buat posting tulisan di Nano :'(
kali ini mau ngebahas tentang "SOFTSKILL" nih. Softskill ini adalah salah satu matakuliah yang ada di kampus saya. Setelah semseter 1 s/d 3 mendapatkan matakuliah ini, menurut saya softskill ini matakuliah yang santai. Santai disini karena pertemuannya cuma sekali dalam sebulan, tapi matakuliah ini juga penting lho!
Nah, di semester 4 ini saya juga mendapatkan matakuliah ini, tentunya dengan materi yang berbeda pula. Dosen matakuliah ini namanya adalah ibu Ira Phajar Lestari. Di pertemuan awal, saya pikir ibu dosennya galak. Hihi.. :p
Di awal pertemuan ini, kami diberi tugas yang menurut saya itu BUAAAAANNYAAAAAKKK.. :O
Dan tugasnya adalah presentasi dan bikin 30 artikel. Wow.. Walaupun rasanya banyak, harus dikerjain dengan ikhlas dan pasti akan selsai tepat waktu! :D
Di pertemuan berikutnya, setelah saya presentasi, saya mulai merasa beliau ini enggak semenakutkan yang saya kira. Beliau sangat sangat dan sangat bisa menghargai kami para mahasiswa/i yang sudah mempresentasikan hasil kerja kelompok kami. Apalagi saya merasa presentasi saya sangat buruk, karena saya termasuk orang yang gak percaya diri dan gak berani untuk berbicara di depan orang banyak.
Oia, dari cara mengajarnya juga bagus. Cara menjelaskannya tidak cuma ke satu arah, tapi seluruhnya. Beliau mengajar saya dan teman-teman dengan bahasa yang dapat dengan mudah kami mengerti. Jika ada kata-kata yang sekiranya kami gak mengertipun beliau langsung menjelaskan.. Ibu Ira memiliki pengetahuan yang luas. Hal itu saya ketahui dari contoh-contoh kasus tentang materi yang sudah di presentasikan oleh teman-teman saya. Saat matakuliah ini berlangsung, tidak ada ketegangan sama sekali. Dan yang sangat saya suka, penampilan beliau sangat menarik. Hehe..
Menurut saya, dari beberapa dosen Softskill yang pernah mengajar saya, dosen ini lah yang paling bisa memotivasi saya. Bagaimana kita harus bisa menghargai orang lain dan yang paling penting menghargai diri sendiri. Bagaimana kita harus menjadi seorang pendengar yang baik saat seseorang sedang bebicara dengan kita.
kali ini mau ngebahas tentang "SOFTSKILL" nih. Softskill ini adalah salah satu matakuliah yang ada di kampus saya. Setelah semseter 1 s/d 3 mendapatkan matakuliah ini, menurut saya softskill ini matakuliah yang santai. Santai disini karena pertemuannya cuma sekali dalam sebulan, tapi matakuliah ini juga penting lho!
Nah, di semester 4 ini saya juga mendapatkan matakuliah ini, tentunya dengan materi yang berbeda pula. Dosen matakuliah ini namanya adalah ibu Ira Phajar Lestari. Di pertemuan awal, saya pikir ibu dosennya galak. Hihi.. :p
Di awal pertemuan ini, kami diberi tugas yang menurut saya itu BUAAAAANNYAAAAAKKK.. :O
Dan tugasnya adalah presentasi dan bikin 30 artikel. Wow.. Walaupun rasanya banyak, harus dikerjain dengan ikhlas dan pasti akan selsai tepat waktu! :D
Di pertemuan berikutnya, setelah saya presentasi, saya mulai merasa beliau ini enggak semenakutkan yang saya kira. Beliau sangat sangat dan sangat bisa menghargai kami para mahasiswa/i yang sudah mempresentasikan hasil kerja kelompok kami. Apalagi saya merasa presentasi saya sangat buruk, karena saya termasuk orang yang gak percaya diri dan gak berani untuk berbicara di depan orang banyak.
Oia, dari cara mengajarnya juga bagus. Cara menjelaskannya tidak cuma ke satu arah, tapi seluruhnya. Beliau mengajar saya dan teman-teman dengan bahasa yang dapat dengan mudah kami mengerti. Jika ada kata-kata yang sekiranya kami gak mengertipun beliau langsung menjelaskan.. Ibu Ira memiliki pengetahuan yang luas. Hal itu saya ketahui dari contoh-contoh kasus tentang materi yang sudah di presentasikan oleh teman-teman saya. Saat matakuliah ini berlangsung, tidak ada ketegangan sama sekali. Dan yang sangat saya suka, penampilan beliau sangat menarik. Hehe..
Menurut saya, dari beberapa dosen Softskill yang pernah mengajar saya, dosen ini lah yang paling bisa memotivasi saya. Bagaimana kita harus bisa menghargai orang lain dan yang paling penting menghargai diri sendiri. Bagaimana kita harus menjadi seorang pendengar yang baik saat seseorang sedang bebicara dengan kita.
di
10:23 pm
Label:
Article,
Kuliah,
Teori Org. Umum
21 March 2013
Penentuan Harga Penawaran dan Permintaan
TEORI ORGANISASI UMUM 2
Penentuan
Harga Penawaran dan Permintaan
Dosen :
Ira Phajar Lestari
Kelas :
2KA06
Disusu oleh
Kelompok 1 :
1.
Abi Faisal M. ( 10111043 )
2.
Apriliani ( 11111022 )
3.
Citra Ayu R. ( 11111671 )
4.
Febi Susanto ( 12111762 )
5.
Irwan Mulyanto ( 13111718 )
6.
Meyndra Triaji
N. ( 14111449 )
7.
Nicodemus
Kurniawan N. ( 15111159 )
8.
Reza Andrifa ( 16111037 )
9.
Sherra Adianty
S. ( 16111741 )
UNIVERSITAS GUNADARMA
ATA 2012/2013
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Teknologi dan informasi sekarang ini
membawa dampak perubahan yang sangat besar bagi masyarakat. Teknologi sudah
menjadi kebutuhan pokok bagi sebagian masyarakat dalam berfikir dan berkomunikasI. Tidak bisa
dipungkiri bahwa dalam kehidupan ekonomi produsen dan konsumen adalah suatu
kesatuan yang sangat sulit untuk dipisahkan. Kehidupan produsen sangat
bergantung dengan tingkat permintaan dari konsumen dan hal ini membuat konsumen
berlomba-lomba untuk memperoleh penawaran yang setinggi-tingginya. Sistem pasar
inilah yang belangsung secara terus menerus hingga sekarang. Banyak orang
menganggap bahwa ilmu ekonomi dimulai dan diakhiri dengan hukum permintaan dan
penawaran.
Oleh karena itu masyarakat sudah seharusnya memahami apa yang dimaksud
dengan penawaran dan permintaan dan mengetahui apa saja yang mempengaruhi
penentuan harga permintaan dan penawaran. Setelah memahami hal tersebut, baru
lah masyarakat dapat melihat bagaimana permintaan dan penawaran bersama-sama
menentukan harga serta bagaimana sistem harga itu secara keseluruhan
memungkinkan sistem perekonomian bereaksi terhadap perubahan permintaan dan
perubahan penawaran.
B.
Masalah
dan batasannya
Dalam makalah membahas menentukan
harga penawaran dan permintaan khususnya masalah yang terjadi
dalam kehidupan bermasyarakat di zaman ini.
C.
Tujuan
Tujuan dari pembuatan
makalah ini adalah sebagai berikut.
1.
Mengetahui dan memahami defenisi dari penentuan harga, permintaan dan
penawaran.
2.
Mengetahui dan memahami tentang hukum penentuan harga,permintaan dan
penawaran.
D.
Manfaat
Dengan dibuatnya makalah ini, diharapkan agar mahasiswa semakin memahami
dan mampu menganalisa hal-hal apa saja yang berkembang dalam kehidupan
bermasyarakat khususnya dalam bidang ekonomi, yaitu mencangkup penentuan harga
permintaan dan penawaran.
BAB II
PEMBAHASAN
1.
Pengertian Permintaan
Permintaan
adalah sejumlah barang yang akan dibeli atau yang diminta pada tingkat harga
tertentu dalam waktu tertentu. Sebagai contoh saat hp baru launcing dan
harganya masih mahal banyak orang-orang
yang beli agar bisa mempunyai hp baru dan masih jarang yang punya. Tetapi hp
itu hanya tren hanya beberapa bulan saja selanjut nya tidak dan mungkin ada hp
keluar baru.
Hukum
permintaan adalah apabila harga naik maka jumlah barang yang diminta akan
mengalami penurunan, dan apabila harga turun maka jumlah barang yang diminta
akan mengalami kenaikan. Dalam hukum permintaan jumlah barang yang diminta akan
berbanding terbalik dengan tingkat harga barang. Begitu lah siklus permintaan dipasaran saat
ini, atau masyarakat akan mencari barang penggati lain. Contohnya jika harga
beras melambung tinggi maka masyarakat yang tidak mampu membelinya akan
menggatinya dengan singkong atau yang lainnya yang harganya relative lebih
murah.
Kurva Permintaan :
Kurva
Permintaan adalah kurva yang menunjukkan hubungan berbagai jumlah barang dan
jasa yang dibeli oleh konsumen pada berbagai tingkat harga. Kurva ini akan
menghubungkan titik-titik koordinat pada sumbu harga (sumbu Y) dengan sumbu
jumlah barang (sumbu X).
Faktor-faktor
yang mempengaruhi permintaan diantaranya :
1. Selera
Apabila selera konsumen terhadap
suatu barang dan jasa tinggi maka akan diikuti dengan jumlah barang dan jasa
yang diminta akan mengalami peningkatan, demikian sebaliknya. Contohnya:
permintaan terhadap telepon genggam.
2. Pendapatan
Konsumen
Apabila pendapatan konsumen
semakin tinggi akan diikuti daya beli konsumen yang kuat dan mampu untuk
membeli barang dan jasa dalam jumlah yang lebih besar, demikian sebaliknya.
3. Harga
Barang atau Jasa Pengganti
Konsumen akan cenderung mencari
barang atau jasa yang harganya relatif lebih murah untuk dijadikan alternatif
penggunaan. Contohnya: bila harga tiket pesawat Jakarta-Surabaya sama harganya
dengan tiket kereta api, maka konsumen cenderung akan memilih pesawat sebagai
alat transportasi. Contoh lain: untuk seorang pelajar bila harga pulpen lebih
mahal dari pensil, maka ia akan cenderung untuk membeli pensil.
4. Harga
Barang atau Jasa Pelengkap
Keduanya merupakan kombinasi
barang yang sifatnya saling melengkapi. Contoh: kompor dengan minyak tanah,
karena harga minyak tanah mengalami kenaikan maka orang beralih menggunakan
bahan bakar minyak tanah dan beralih ke bahan bakar gas.
5. Perkiraan
Harga di Masa Mendatang
Apabila konsumen menduga harga
barang akan terus mengalami kenaikan di masa datang, maka konsumen cenderung untuk
menambah jumlah barang yang dibelinya. Contoh: Pada saat krisis ekonomi, ketika
konsumen memperkirakan harga-harga sembako esok hari akan melambung tinggi,
maka mereka akan memborong sembako tersebut hari ini.
6. Intensitas
Kebutuhan Konsumen
Bila suatu barang atau jasa
sangat dibutuhkan secara mendesak dan dirasakan pokok oleh konsumen, maka
jumlah permintaan akan mengalami peningkatan. Contoh: kebutuhan akan bahan
pokok beras, konsumen bersedia membeli dalam jumlah harga tinggi, walaupun
pemerintah sudah menetapkan harga pokok.
A.
Pengertian Penawaran
Penawaran adalah sejumlah barang
yang ditawarkan pada tingkat harga tertentu dan waktu tertentu. Contohnya
adalah tablet yang bermerk awal awal keluar tipe yang biasa lama kelamaan akan
keluar tablet yang lebih canggih dan penawaran pun akan melambung sesuai
perkembangan tablet tersebut.
Hukum penawaran berbunyi: bila
tingkat harga mengalami kenaikan maka jumlah barang yang ditawarkan akan naik,
dan bila tingkat harga turun maka jumlah barang yang ditawarkan turun. Dalam
hukum penawaran jumlah barang yang ditawarkan akan berbanding lurus dengan
tingkat harga, di hukum penawaran hanya menunjukkan hubungan searah antara
jumlah barang yang ditawarkan dengan tingkat harga. Contohnya jika banyak
permintaan pada sejumlah barang maka harga tersebut akan melonjak secara dratis
karena permintaan pun melonjak begitu pula sebaliknya.
Kurva
Penawaran :
Kurva penawaran adalah kurva yang
menunjukkan hubungan berbagai jumlah barang dan jasa yang ditawarkan oleh
produsen pada berbagai tingkat harga. Kurva ini akan menghubungkan titik-titik
koordinat pada sumbu harga (sumbu Y) dengan sumbu jumlah barang (sumbu X).
Contoh: jumlah pakaian batik yang ditawarkan Ibu Nina pada berbagai tingkat
harga.
Faktor-faktor
yang mempengaruhi penawaran :
1.
Biaya Produksi
Harga bahan baku yang mahal akan
mengakibatkan tingginya biaya produksi dan menyebabkan produsen menawarkan
barang dalam jumlah terbatas untuk menghindari kerugian karena takut tidak
laku.
2.
Teknologi
Adanya kemajuan teknologi akan
menyebabkan pengurangan terhadap biaya produksi dan produsen dapat menawarkan
barang dalam jumlah yang lebih besar lagi.
3.
Harga Barang Pelengkap dan Pengganti
Apabila harga barang pengganti
mengalami kenaikan maka produsen akan memproduksi lebih banyak lagi karena
berasumsi konsumen akan beralih ke barang pengganti karena harganya lebih
murah.
4.
Pajak
Semakin tinggi tarif pajak yang
dikenakan akan berakibat naiknya harga barang dan jasa yang akan membawa dampak
pada rendahnya permintaan konsumen dan berkurangnya jumlah barang yang
ditawarkan.
5.
Perkiraan Harga Barang di Masa Mendatang
Apabila kondisi pendapatan
masyarakat meningkat, biaya produksi berkurang dan tingkat harga barang dan jasa
naik, maka produsen akan menambah jumlah barang dan jasa yang ditawarkan.
Tetapi bila pendapatan masyarakat tetap, biaya produksi mengalami peningkatan,
harga barang dan jasa naik, maka produsen cenderung mengurangi jumlah barang
dan jasa yang ditawarkan atau beralih pada usaha lain.
6.
Tujuan dari Perusahaan
Bila perusahaan berorientasi
untuk dapat menguasai pasar, maka dia harus mampu menekan harga terhadap barang
dan jasa yang ditawarkan sehingga keuntungan yang diperoleh kecil. Bila
orientasinya pada keuntungan maksimal maka perusahaan menetapkan harga yang
tinggi terhadap barang dan jasa yang ditawarkannya.
7.
Harga Barang itu Sendiri
Apabila harga barang yang
ditawarkan mengalami kenaikan, maka jumlah barang yang ditawarkan juga akan
meningkat. Sebaliknya jika barang yang ditawarkan turun jumlah barang yang
ditawarkan penjual juga akan turun. Misalnya jika harga sabun mandi meningkat
dari Rp1.500,00 menjadi Rp2.000,00, maka jumlah sabun mandi yang penjual
tawarkan akan meningkat pula.
8.
Harga Barang Pengganti (Subtitusi)
Apabila harga barang pengganti
meningkat maka penjual akan meningkatkan jumlah barang yang ditawarkan. Penjual
berharap, konsumen akan beralih dari barang pengganti ke barang lain yang
ditawarkan, karena harganya lebih rendah. Contohnya harga kopi meningkat
menyebabkan harga barang penggantinya yaitu teh lebih rendah, sehingga penjual
lebih banyak menjual teh.
9.
Jumlah Penduduk
Pertambahan penduduk akan
memengaruhi jumlah barang yang diminta. Jika jumlah penduduk dalam suatu
wilayah bertambah banyak, maka barang yang diminta akan meningkat.
10. Harga
Barang itu Sendiri
Harga barang akan memengaruhi
jumlah barang yang diminta. Jika harga naik jumlah permintaan barang tersebut
akan meningkat, sedangkan jika harga turun maka jumlah permintaan barang akan
menurun.
BAB III
KESIMPULAN
Dapat
dilihat dari hukum permintaan adalah apabila harga naik maka jumlah barang yang
diminta akan mengalami penurunan, dan apabila harga turun maka jumlah barang
yang diminta akan mengalami kenaikan. Begitu pula sebaliknya pada hukum
penawaran bila tingkat harga mengalami kenaikan maka jumlah barang yang
ditawarkan akan naik, dan bila tingkat harga turun maka jumlah barang yang
ditawarkan turun. Jadi dengan kata lain produsen sangat bergantung dengan
tingkat permintaan dari konsumen dan hal ini membuat konsumen berlomba-lomba
untuk memperoleh penawaran yang setinggi-tingginya. Dari situlah dapat dilihat bagaimana
permintaan dan penawaran bersama-sama menentukan harga serta bagaimana sistem
harga itu secara keseluruhan memungkinkan sistem perekonomian bereaksi terhadap
perubahan permintaan dan perubahan penawaran.
Contoh:
Saya
akan membuat usaha susu kaleng, maka saya akan merincikan komposisi harga dari
susu tersebut dan harga dari biaya produksi mulai dari pembuatan,pengemasan
sampai di pasarkan. Lalu saya akan merincikan untuk memperoleh keuntungan yang
akan saya ambil tetapi saya harus membandingkan produk susu kaleng yang sudah
dipasarkan, karena saya baru memproduksi susu kaleng ini harga produk saya
tidak boleh lebih mahal dengan produk yang lain agar menarik perhatian
konsumen. Tetapi kualitas dari susu kaleng milik saya tidak kalah dari produk
yang lain, setelah memperoleh harga yang telah disepakati baru produksi
dipasarkan ke masyarakat dan dipromosikan terlebih dahulu agara masyarakat
tertarik dan mengetahui produk terbaru dari saya.
di
9:07 pm
Label:
Article,
Kuliah,
Teori Org. Umum
Subscribe to:
Posts (Atom)
